Powered By Blogger

Sugeng Rawuh,monggo dipun sekecakaken

Ga perlu sungkan,anggap saja Blog sendiri..
Jngn lupa tinggalin komentar untuk perbaikan Blog ini..
<: makasih sebelumnya :>

Perkembangan remaja dalam konteks sosial

Posted 1:58:00 AM by MUHAMAD NURHARYADI, cS.Psi, cM.Psi in

PERKEMBANGAN REMAJA DALAM KONTEKS SOSIAL


Masa Remaja dan Perkembangannya
• Masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat-sifat masa transisi karena remaja belum memperoleh status orang dewasa tetapi tidak lagi memiliki status kanak-kanak.
• Remaja dalam pencarian identitas a mood sering berubah, sering menentang nilai-nilai yang dianut orang dewasa, tingkah lakunya kadang tidak dapat diterima oleh orang dewasa.
• Rasa ingin tahunya besar aingin mencoba hal-hal yang baru, banyak aktivitas.
• Perilakunya sering tidak terkontrol, tidak paham/ tidak perduli dengan konsekuensinya a terpengaruh teman-teman



PERIODE PERKEMBANGAN FISIK DAN PSIKIS
Masa pra-pubertas (12 - 13 th)
Terjadi peningkatan hormon seksualitas dan mulai berkembangnya organ seksual serta organ reproduksi. Perkembangan intelektualitas sangat pesat. Akibatnya, remaja cenderung bersikap suka mengkritik karena merasa tahu segalanya, yg diwujudkan dalam bentuk pembangkangan thd orangtua, mulai menyukai orang dewasa yg dianggapnya baik kmd mengimitasi perilakunya. Remaja lebih senang bergaul dg kelp teman sebayanya.

Masa pubertas (14 - 16 tahun)
Remaja sangat cemas akan perkembangan fisiknya, sekaligus bangga. Emosinya menjd sangat labil akibat dari perkembangan hormon2 seksual. Keinginan seksual jg mulai kuat muncul. Remaja mulai mengerti ttg gengsi, penampilan, dan daya tarik seksual. Perasaan sosialnya semakin kuat, dan mrk bergabung dg kelompok yang disukainya dan membuat peraturan dg pikirannya sendiri.

Masa akhir pubertas (17 – 18 tahun)
Remaja yang mampu melewati masa sebelumnya dengan baik, akan dapat menerima kodratnya, baik sebagai laki-laki maupun perempuan.

Mereka juga bangga karena tubuh mereka dianggap menentukan harga diri mereka. Umumnya kematangan fisik dan seksualitas mereka sudah tercapai sepenuhnya. Namun kematangan psikologis belum tercapai sepenuhnya.

Periode remaja Adolesen (19 - 21 tahun)
Umumnya remaja sudah mencapai kematangan yang sempurna, baik segi fisik, emosi, maupun psikisnya. Remaja akan mempelajari berbagai hal yang abstrak dan mulai memperjuangkan suatu idealisme yang didapat dari pikiran mereka. Sikapnya terhadap kehidupan mulai terlihat jelas.

Lima aspek penting yang harus di cermati remaja dan ortu
• Kondisi fisik
• Kebebasan emosional
• Interaksi sosial
• Pengetahuan terhadap kemampuan diri
• Penguasaan diri terhadap nilai-nilai moral agama

Tanda-tanda perkembangan remaja
• perubahan pada lelaki :
- Suara mulai garau
- Pembesaran buah zakar
- Berlaku ereksi dan ejakulasi
- Tinggi badan meningkat
- Tumbuh jerawat
- Perubahan fisikal dan seksual akibat hormon testoron
• Perubahan pada perempuan :
- Keluar haid pertama
- Buah dada membesar
- Tumbuh bulu di bwh ketiak
- Suara bertambah merdu
- Punggung melebar
- Tumbuh jerawat
- Tubuh mulai membentuk


Pengaruh teman sebaya
pengaruh positif : meningkatkan kemampuan intelektual melalui interaksi, bertukar fikiran, dan menyelesaikan konflik.

Pengaruh negatif akan mendorong remaja melakukan aktifitas : merokok, minum minuman keras, tawuran, free seks dsb.

Mengenal Remaja
• Pembentukan personality remaja merupakan hasil dari interaksi faktor genetik, pengalaman dan pengaruh lingkungan.
• Menurut sigmund freud dalam teori psikoanalisis berpendapat bahwa pembentukan personality manusia berpusat dari dalam diri manusia.
• Menurut frued ada tiga komponen utama :
- id : berperan sebagai dorongan yang memotivasi manusia untuk menghasilkan tingkah laku sesuai kehendak dirinya.
- ego : dalam diri berusaha mencari jalan untuk memuaskan kehendak id dalam mencapai tujuannya.
- superego : merupakan komponen yg menentukan tingkah laku dari id.


Beberapa strategi efektif untuk membimbing remaja :
• Melepaskan stereotip mengenai teman sebaya sebagai pengaruh negatif atas remaja.
• Mengasuh bakat dan rasa percaya diri pada anak-anak remaja .
• Memberikan kuasa pada orangtua dan pendidik untuk membantu remaja.
• Mendorong interaksi persilangan-etnis dan persilangan kelas remaja dlm perlakuan yang positif dengan aneka ragam budaya dan perbedaan individu.
• Memberikan waktu yang bijaksana pada remaja.
• Mendukung program pendidikan orangtua bagi keluarga yang memiliki anak remaja.
• Mendirikan program-program bagi remaja.

Mengenal kepribadian remaja :
• Remaja dapat menerima fisiknya dan dapat memanfaatkan secara efektif
• Remaja dapat memperoleh kebebasan emosional dari orangtua
• Remaja mampu bergaul lebih matang dengan kedua jenis kelamin
• Mengetahui dan menerima kemampuan diri
• Memperkuat penguasaan diri atas dasar skala nilai dan norma

Remaja dan Masyarakat Sekitar
Komunitas masyarakat di mana remaja tinggal mempunyai pengaruh besar terhadap tumbuh dan berkembangnya remaja.
Masyarakat menyediakan lingkungan dengan memberikan pengasuhan, dukungan, keamanan untuk para remaja seiring pertumbuhan mereka. Dan keluarga harus menyediakan batasan dan harapan bagi seluruh anggotanya untuk hidup berdampingan.


0 comment(s) to... “Perkembangan remaja dalam konteks sosial”

0 komentar:

Posting Komentar