Powered By Blogger

Sugeng Rawuh,monggo dipun sekecakaken

Ga perlu sungkan,anggap saja Blog sendiri..
Jngn lupa tinggalin komentar untuk perbaikan Blog ini..
<: makasih sebelumnya :>

Kata emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Menurut Daniel Goleman (2002 : 411) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Biasanya emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu. Sebagai contoh emosi gembira mendorong perubahan suasana hati seseorang, sehingga secara fisiologi terlihat tertawa, emosi sedih mendorong seseorang berperilaku menangis.Emosi berkaitan dengan perubahan fisiologis dan berbagai pikiran. Jadi, emosi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, karena emosi dapat merupakan motivator perilaku dalam arti meningkatkan, tapi juga dapat mengganggu perilaku intensional manusia. (Prawitasari,1995)Beberapa tokoh mengemukakan tentang macam-macam emosi, antara lain Descrates. Menurut Descrates, emosi terbagi atas : Desire (hasrat), hate (benci), Sorrow (sedih/duka), Wonder (heran), Love (cinta) dan Joy (kegembiraan). Sedangkan JB Watson mengemukakan tiga macam emosi, yaitu : fear (ketakutan), Rage(kemarahan), Love (cinta). Daniel Goleman (2002 : 411) mengemukakan beberapa macam emosi yang tidak berbeda jauh dengan kedua tokoh di atas, yaitu :
a. Amarah : beringas, mengamuk, benci, jengkel, kesal hatib. Kesedihan : pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihi diri, putus asac. Rasa takut : cemas, gugup, khawatir, was-was, perasaan takut sekali, waspada, tidak tenang, ngerid. Kenikmatan : bahagia, gembira, riang, puas, riang, senang, terhibur, banggae. Cinta : penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat, kemesraan, kasihf. Terkejut : terkesiap, terkejutg. Jengkel : hina, jijik, muak, mual, tidak sukah. malu : malu hati, kesal
Seperti yang telah diuraikan diatas, bahwa semua emosi menurut Goleman pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Jadi berbagai macam emosi itu mendorong individu untuk memberikan respon atau bertingkah laku terhadap stimulus yang ada. Dalam the Nicomachea Ethics pembahasan Aristoteles secara filsafat tentang kebajikan, karakter dan hidup yang benar, tantangannya adalah menguasai kehidupan emosional kita dengan kecerdasan. Nafsu, apabila dilatih dengan baik akan memiliki kebijaksanaan; nafsu membimbing pemikiran, nilai, dan kelangsungan hidup kita. Tetapi, nafsu dapat dengan mudah menjadi tak terkendalikan, dan hal itu seringkali terjadi. Menurut Aristoteles, masalahnya bukanlah mengenai emosionalitas, melainkan mengenai keselarasan antara emosi dan cara mengekspresikan (Goleman, 2002 : xvi).Menurut Mayer (Goleman, 2002 : 65) orang cenderung menganut gaya-gaya khas dalam menangani dan mengatasi emosi mereka, yaitu : sadar diri, tenggelam dalam permasalahan, dan pasrah. Dengan melihat keadaan itu maka penting bagi setiap individu memiliki kecerdasan emosional agar menjadikan hidup lebih bermakna dan tidak menjadikan hidup yang di jalani menjadi sia-sia.Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa emosi adalah suatu perasaan (afek) yang mendorong individu untuk merespon atau bertingkah laku terhadap stimulus, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar dirinya.


TES BAKAT

APTITUDE TES

PENGERTIAN TES BAKAT DAN BAKAT


PENGERTIAN TES BAKAT:
1. F.S. FREEMAN
An aptitude test, therefore, is one designed to measure a person’s potential ability in an activity of specialized kind and within a restricted range (1976).
2. R.S. CHOUHAN
An aptitude test may be defined as a test which measures a person’s potential ability in an activity of a specialized kind and within a restricted range (1979).

KI FUDYARTANTA
Tes Bakat adalah
tes standar yang dirancang untuk mengukur kemampuan khusus yang istemewa (menonjol) pada seseorang (yang biasa disebut bakat).
Tes bakat yang telah distandardisir dapat dipakai untuk diagnose dan prediksi dalam bidang-bidang pendidikan dan dunia kerja.

PENGERTIAN BAKAT
1. FRANK S. FREEMAN
An aptitude is a combination characteristics indicative an individual’s capacity to acquire (with training) some specific knowledge, skill, or set of organized responses, such as the ability to speak a language, to become a musician, to do mechanical work (1976).

2. R.S. CHOUHAN
- An aptitude is a combination of acquire some characteristics indicative of an individual’s capacity to acquire some specific knowledge, skill, or a set of organized responses such as the ability to become an artist or to be a mechanic.
- Aptitude means an individual’s aptitude for a given type of activity, the capacity to acquire proficiency under appropriate conditions, that is his potentialities as present as revealed by his performance on selected tests have predicted value.

3. BRANCA
An aptitude is an ability that is regarded as an indication of how well individual can learn with training and practice, some particular skill or knowledge.


4. LYMAN
. . . Combination of characteristics both native and acquired, which indicative the capacity of person to develop proficiency in some skill or subject matter after relevant training, usually but not necessarily implies intellectual or skill aspects rather than emotional or personality characteristics.


5. 5. BINGHAM
. . . A condition or set characteristics regarded as symptomatic of an individual ability to acquire, with training some (usually specified) knowledge, skill or set of responses.
(3 – 5 dalam Psikodiagnostika, Fakultas Psikologi UGM, 1994).

FUDYARTANTA
Bakat adalah kemampuan yang lebih menonjol atau istimewa pada seseorang. Misalnya, seseorang yang mempunyai bakat bahasa Inggris, maka ia sangat senang bahasa tersebut, sangat cepat dan mudah mempelajarinya, sehingga cakap berbahasa Inggris baik secara lisan maupun tertulis (2001).

ANALISIS KECERDASAN
Vernon menggolong-golongkan definisi-definisi kecerdasan menjadi tiga kategori, ialah (1) kecerdasan ditinjau secara biologis, (2) kecerdasan ditinjau secara psikologis dan (3) terakhir kecerdasan ditinjau secara operasional.

FREEMAN
a. Kemampuan adaptasi atau penyesuaian, yakni kemampuan seseorang untuk menyesuaikan dengan alam sekitar.
b. Kemampuan belajar, the ability to learn "Intelligence is the learning ability".
c. Kemampuan berpikir abstrak

KONSEP KECERDASAN- BEBERAPA DEFINISINYA:
1. Alfred Binet mengidentifikasikan esensi intelligensi adalah sebagai " the tendecy to take and maintain a definite direction, the capacity to adaptations for the purpose of attaining a desired end; and the power of auto-criticism" (Dalam Cronbach, 1970, p. 200).
2. D. Wechsler memberi rumusan : "Intelligence is the aggregate or global capacity of the individual to act purposefully, to think rationally and to deal effectively with his enviroment" (Chauhan, 1979, p. 278).

3. G. Stoddard memberi deskripsi yang komprehensif mengenai kecerdasan, yakni:
• Intelligence is the ability to undertake activities that are charaterized by (1) difficulty, (2) complexity, (3) abstraction, (4) economy, (5) adaptivines to goal, (6) social value and (7) the emergence of originals, and to maintain such activities under conditions that demand a concentration of emergy and resistance to emotional forces (Stoddard, 1943).

DEFINISI KECERDASAN MENURUT GUILFORD
4. . . . intelligence - as a systematic collection of a abilities or functions for processing different kinds of information in different ways using contents and products - includs creativity and fits within the realm of Structure of Intellect. The mental operation involved in informational processing conponent of the model is divergent production (Guilford, 1975)

TEORI KELOMPOK FAKTORKECERDASAN
CHARLES SPEARMAN - 1926
Mengajukan Teori Dua Faktor, faktor Umum dan Faktor-faktor Spesial (Khusus).
Faktor Umum disebut faktor G (general) dan faktor s (spesial), khusus.
Faktor G menjadi dasar faktor-faktor s


KEMAMPUAN MENTAL PRIMER
1. N – KEMAMPUAN NUMERIKA
2. W – KELANCARAN BAHASA
3. M – KEMAMPUAN MEMORI
4. S – KEMAMPUAN SPASIAL
5. V – KEMAPUAN KOMPREHENSI VERBAL
6. P – KEMAMPUAN PERSEPSI
7. MCH – KEMAMPUAN MEKANIKA
8. R – KEMAMPUAN PENALARAN DEDUKSI DAN INDUKSI



TEORI HIERARKHI INTELEK VERNON

• Di puncak hierarkhi, Vernon meletakkan faktor General (G) dari teori Spearman. Dari sini faktor G dibagi menjadi dua kelompok faktor mayor, yakni:
• 1). Kelompok faktor mayor verbal edukasional (VE), dan
• 2). Kelompok faktor mayor praktikal mekanikal (PM).
• Dari kelompok mayor verbal edukasional dibagi lagi menjadi kelompok faktor minor, yakni:
• a). Kelompok faktor minor verbal.
• b). Kelompok faktor minor numerikal, dan
• c). Kelompok faktor minor edukasional.
• Sedangkan kelompok mayor praktikal mekanikal dibagi lagi menjadi kelompok-kelompok faktor minor, yakni:
• (a). kelompok faktor minor praktikal.
• (b). kelompok faktor minor mekanikal,
• (c). kelompok faktor minor spasial (gerak), dan
• (d). kelompok faktor minor fisikal.
• Seterusnya tiap faktor minor dibagi-bagi menjadi faktor-faktor khusus.
Keterangan:
1. Fluency of association : kelancaran asosiasi
2. Grammar : tatabahasa
3. Vocabulary : perbendaharaan kata
4. Computation : perhitungan, penghitungan
5. Measurement concepts and formulas : pengukkuran
konsep dan rumus
6. Geometric knowledge : pengetahuan geometri
7. Vizualizing rotation in a plane : visualisasi putaran dalam bidang datar
8. Vizualizing in three dimension : visualisasi dalam tiga dimensi
9. Mechanical information : informasi mekanika
10. Electrical information : informasi elektris, kelistrikan
11. Evaluating stresses : penilaian stres, tekanan jiwa


STRUKTUR INTELEK DARI GUILFORD
3 DIMENSI INTELEK:

a. Dimensi isi (content), dan isinya intelek itu dapat berupa figural (gambar), symbolic (simbol), semantic (pernyaan dalam kalimat), dan behavioral (perilaku). Isi tersebut diberi simbol: F, S, M, B.
b. Dimensi operasi (kerjanya), yakni bahwa operasi intelek itu akan meliputi cognition (C): kognisi ; memory (M) : mengingat ; divergent production (D) : produksi devergen; inductive production (I): produksi induksi ; dan evaluation (E): evaluasi atau penilaian.
c. Dimensi hasil (products), yakni meliputi Units (U) ; Classes (C), Relation (R), Systems (S), Transformations (T) dan Implications (I), hasil hasil tersebut adalah unit, kelas, hubungan, sistem, tranformasi (pemindahan), dan implikasi.


KECERDASAN EMOSI


DR. BAR- ON
Emotional Intelligence reflects one's ability to deal with daily environment challenges and helps predict one's success in life, including professional and personal pursuits” (dalam Jill Dann, 2001, p. 10).

DANIEL GOLEMAN
Emotional Intelligence is the capacity for recognizing our own feelings and those of others, for motivating ourselves and for managing emotions will in ourselves and in our relationships (Jill Dann, 2001, p. 18).
Bahwa "emosi merujuk pada perasaan-perasaan dan pikiran-pikiran khasnya, suatu keadaan biologis dan psikologis, dan serangkaian kecenderungan untuk berbuat" (Goleman, 1997, p. 411).


KECERDASAN SPIRITUAL


Khalil A Khavari:
• Spiritual Intelligence is the faculty of our non-material dimension--the human soul. It is the diamond-in-the-rough that every one of us has. It must be recognized for what it is, polished to high luster with great determination and used to capture lasting personal happiness. Like the other two forms of intelligence, spiritual is also subject to enchancement as well as deterioration, except that its capacity to increase seems limitless (Khalil A Khavari, 2000, p. 23).

har dan Marshall:
• SQ has no necessary connection to religion. Fore some people, SQ may find a mode of expression through formal religion, but being religious doesn't guarantee high SQ. Many humanist and atheists have very high SQ; many actively and voiciferiously religious people have very low SQ (Zohar dan Marshall, 2000).
KECERDASAN MULTIDIMENSIONAL

1. Kecerdasan linguistik, adalah kemampuan memakai bahasa dalam rasa sastra.
2. Kecerdasan logis-matematis, adalah kelogisan matematikal dan kemampuan akademik (keilmuan).
3. Kecerdasan spasial, adalah kemampuan membentuk suatu model mental dari dunia spasial termasuk kemampuan manover dan mengoperasikannya sesuai dengan model tadi.
4. Kecerdasan musikal (seni musik), adalah kemampuan memakai bahasa musik.
5. Kecerdasan kinestesi-jasmaniah, adalah kemampuan memecahkan problem atau penampilannya dalam memakai bagian-bagian tubuh atau seluruh tubuhnya. Atau dengan kata lain keluwesan dan kecekatan berbuat.
6. Kecerdasan interpersonal, ialah kamampuan untuk memahami orang-orang lain dan motivasi mereka, dan tahu bekerja sendiri atau bekerja sama dengan orang lain.
7. Kecerdasan intrapersonal, ialah kemampuan mawas diri dan kapasitas membentuk model diri (self) yang akurat dan terpercaya yang dapat dipakai untuk melaksanakan hidup secara efektif.
Dari tujuh macam kecerdasan yang dikemukakan oleh Gardner, penulis menganggap belum lengkap, belum sempurna, oleh karena itu penulis tambah tiga macam kecerdasan lagi, biar menjadi sepuluh macam kecerdasan--dasa kecerdasan--yakni:
8. Kecerdasan adaptasi dan mengelola lingkungan hidup, adalah kemapuan memanfaatkan dan memelihara lingkungan hidup sehingga menjadi aman, nyaman, sejahtera, dan lestari.
9. Kecerdasan emosional, ialah kemampuan mengelola segala perasan dan emosi manusia, sehingga individu atau kelompok dapat hidup dan bekerja secara efektif tanpa mengalami frustrasi yang neoritik,
10. Kecerdasan moral dan spriritual, adalah kemampuan beriman dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dengan menjalankan hidup beragama sesuai dengan agama yang dianutnya, serta mampu bertenggang rasa dan bekerja sama di antara sesama umat beragama lainnya. Jadi, kecerdasan moral dan spiritual adalah kemampuan mem bangun budipekerti luhur.


• Menurut Cooper dan Sawaf banyak kesuksesan para eksekutif disebabkan oleh empat hal, yakni:
1. Emotional Literacy - Kecerdasan Emosional.
2. Emotional Fitness - Emosi yang Bagus (fit).
3. Emotional Depth - Kedalaman (Kematangan) Emosional.
4. Emotional Alchemy - emosional Alkemis.


• Kecerdasan emosinal diaplikasikan dalam leadership, belajar organisasi dan hidup. Kemampuan untuk mengembangkan intelektual dan emosional, dapat menghasilkan pengembangan kebisnisan dan karier dalam substansi:
a. leadership atau kepemimpinan
b. pengambilan keputusan
c. komunikasi terbuka dan jujur
d. kepercayaan hubungan dan timwork
e. loyalitas costumer
f. kreativitas dan inovasi.


• EQ Map memakai lima dimensi, ialah:
a. mengetahui emosi seseorang (diri sendiri)
b. mengendalikan emosi seseorang (diri sendiri)
c. empati
d. mengendalikan emosi-emosi dalam orang lain
e. motivasi-diri

• Pedoman penyekoran: Seluruh skor dari skala EQ Map dibagi menjadi empat level, yakni:
1. Optimal - level tinggi.
2. Profisensi - level cakap (cukup).
3. Vulnerabel - level sedang.
4. Caution - level peringatan, level rendah.

• EQ Map terdiri atas 20 skala yang dibagi atas lima zona perfoman dengan 2, 3, dan 4 berisi definisi EQ Map dari skope kecerdasan emosional:
1. Current Environment, berisi skala yang lebih luas mengenai tekanan hidup dan kepuasan hidup.
2. Awareness - kesadaran, berisi skala-skala EI mengenai kesadaran-diri, ekspresi emosional, dan kesadaran empati.
3. Competencies - kompetensi-kompetensi, berisi skala-skala EI mengenai intensionalitas, kreativitas, kegembiraan, hubungan-hubungan interpersonal, ketidakpuasan konstruktif.
4. Values and attitude - Nilai-nilai dan sikap, berisi skala-skala EI mengenai pandangan ke depan (cita-cita), kompasi, intuisi, radius trust, kekuatan personal, integrasi-diri.
5. Results - hasil-hasil, berisi skala-skala kesehatan umum, kualitas hidup, indeks hubungan-hubungan, dan performan optimal.


• Cooper membuat model EI dengan tiga kekuatan pendorong pengembangan yang menguntungkan berupa tiga lingkaran yang saling berpotongan sebagai berikut:
1. Peningkatan enegri dan keefektifan di bawah tekanan: Skala ini terdiri atas lebih luas mengukur tekanan hidup dan kepuasankepuasan hidup, kesehatan umum dan tindakan (performan) optimal, dan kompetensi emosional mengukur kesadaran-diri emosional, ekspresi emosional dan kegembiraan.
2. Membangun kepercayaan hubungan-hubungan, terdiri atas skala-skala empati, hubungan-hubungan interpersonal, kompasi, radius kepercayaan, integrasi-diri, dan indeks hubungan.

3. Menciptakan masa depan (cita-cita) melalui inovasi dan mengembangkan potensi yang unik: terdiri atas skala-skala intensionalitas, kreativitas, ketidak-puasan konstruktif, pandangan ke depan, intuisi, kekuatn personal dan kualitas hidup.
- Jika konsep Model EI dari Robert Cooper: Three Driving Forces of Competetitive Advantage, sebagaimana diukur dengan the EQ MapTM tersebut digambar atau dipetakan adalah sebagai berikut:
- Nilai dalam Tindakan (Values in Action)
- Vitalitas dalam Tindakan (Vitality in Action)
- Visi dalam Tindakan (Vision in Action)


PERKEMBANGAN REMAJA DALAM KONTEKS SOSIAL


Masa Remaja dan Perkembangannya
• Masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat-sifat masa transisi karena remaja belum memperoleh status orang dewasa tetapi tidak lagi memiliki status kanak-kanak.
• Remaja dalam pencarian identitas a mood sering berubah, sering menentang nilai-nilai yang dianut orang dewasa, tingkah lakunya kadang tidak dapat diterima oleh orang dewasa.
• Rasa ingin tahunya besar aingin mencoba hal-hal yang baru, banyak aktivitas.
• Perilakunya sering tidak terkontrol, tidak paham/ tidak perduli dengan konsekuensinya a terpengaruh teman-teman



PERIODE PERKEMBANGAN FISIK DAN PSIKIS
Masa pra-pubertas (12 - 13 th)
Terjadi peningkatan hormon seksualitas dan mulai berkembangnya organ seksual serta organ reproduksi. Perkembangan intelektualitas sangat pesat. Akibatnya, remaja cenderung bersikap suka mengkritik karena merasa tahu segalanya, yg diwujudkan dalam bentuk pembangkangan thd orangtua, mulai menyukai orang dewasa yg dianggapnya baik kmd mengimitasi perilakunya. Remaja lebih senang bergaul dg kelp teman sebayanya.

Masa pubertas (14 - 16 tahun)
Remaja sangat cemas akan perkembangan fisiknya, sekaligus bangga. Emosinya menjd sangat labil akibat dari perkembangan hormon2 seksual. Keinginan seksual jg mulai kuat muncul. Remaja mulai mengerti ttg gengsi, penampilan, dan daya tarik seksual. Perasaan sosialnya semakin kuat, dan mrk bergabung dg kelompok yang disukainya dan membuat peraturan dg pikirannya sendiri.

Masa akhir pubertas (17 – 18 tahun)
Remaja yang mampu melewati masa sebelumnya dengan baik, akan dapat menerima kodratnya, baik sebagai laki-laki maupun perempuan.

Mereka juga bangga karena tubuh mereka dianggap menentukan harga diri mereka. Umumnya kematangan fisik dan seksualitas mereka sudah tercapai sepenuhnya. Namun kematangan psikologis belum tercapai sepenuhnya.

Periode remaja Adolesen (19 - 21 tahun)
Umumnya remaja sudah mencapai kematangan yang sempurna, baik segi fisik, emosi, maupun psikisnya. Remaja akan mempelajari berbagai hal yang abstrak dan mulai memperjuangkan suatu idealisme yang didapat dari pikiran mereka. Sikapnya terhadap kehidupan mulai terlihat jelas.

Lima aspek penting yang harus di cermati remaja dan ortu
• Kondisi fisik
• Kebebasan emosional
• Interaksi sosial
• Pengetahuan terhadap kemampuan diri
• Penguasaan diri terhadap nilai-nilai moral agama

Tanda-tanda perkembangan remaja
• perubahan pada lelaki :
- Suara mulai garau
- Pembesaran buah zakar
- Berlaku ereksi dan ejakulasi
- Tinggi badan meningkat
- Tumbuh jerawat
- Perubahan fisikal dan seksual akibat hormon testoron
• Perubahan pada perempuan :
- Keluar haid pertama
- Buah dada membesar
- Tumbuh bulu di bwh ketiak
- Suara bertambah merdu
- Punggung melebar
- Tumbuh jerawat
- Tubuh mulai membentuk


Pengaruh teman sebaya
pengaruh positif : meningkatkan kemampuan intelektual melalui interaksi, bertukar fikiran, dan menyelesaikan konflik.

Pengaruh negatif akan mendorong remaja melakukan aktifitas : merokok, minum minuman keras, tawuran, free seks dsb.

Mengenal Remaja
• Pembentukan personality remaja merupakan hasil dari interaksi faktor genetik, pengalaman dan pengaruh lingkungan.
• Menurut sigmund freud dalam teori psikoanalisis berpendapat bahwa pembentukan personality manusia berpusat dari dalam diri manusia.
• Menurut frued ada tiga komponen utama :
- id : berperan sebagai dorongan yang memotivasi manusia untuk menghasilkan tingkah laku sesuai kehendak dirinya.
- ego : dalam diri berusaha mencari jalan untuk memuaskan kehendak id dalam mencapai tujuannya.
- superego : merupakan komponen yg menentukan tingkah laku dari id.


Beberapa strategi efektif untuk membimbing remaja :
• Melepaskan stereotip mengenai teman sebaya sebagai pengaruh negatif atas remaja.
• Mengasuh bakat dan rasa percaya diri pada anak-anak remaja .
• Memberikan kuasa pada orangtua dan pendidik untuk membantu remaja.
• Mendorong interaksi persilangan-etnis dan persilangan kelas remaja dlm perlakuan yang positif dengan aneka ragam budaya dan perbedaan individu.
• Memberikan waktu yang bijaksana pada remaja.
• Mendukung program pendidikan orangtua bagi keluarga yang memiliki anak remaja.
• Mendirikan program-program bagi remaja.

Mengenal kepribadian remaja :
• Remaja dapat menerima fisiknya dan dapat memanfaatkan secara efektif
• Remaja dapat memperoleh kebebasan emosional dari orangtua
• Remaja mampu bergaul lebih matang dengan kedua jenis kelamin
• Mengetahui dan menerima kemampuan diri
• Memperkuat penguasaan diri atas dasar skala nilai dan norma

Remaja dan Masyarakat Sekitar
Komunitas masyarakat di mana remaja tinggal mempunyai pengaruh besar terhadap tumbuh dan berkembangnya remaja.
Masyarakat menyediakan lingkungan dengan memberikan pengasuhan, dukungan, keamanan untuk para remaja seiring pertumbuhan mereka. Dan keluarga harus menyediakan batasan dan harapan bagi seluruh anggotanya untuk hidup berdampingan.

KOMUNIKASI INTERPERSONAL

INTERAKSI SOSIAL
Interaksi sosial merupakan hubungan antara dua/lebih individu, dimn perilaku individu yang satu mempengaruhi, mengubah/memperbaiki perilaku individu yang lain/sebaliknya. Faktor2 yang dapat mempengaruhi interaksi sosial:
• Imitasi
• Sugesti
• Identifikasi
• Simpati
• introyeksi

PENGARUH SOSIAL
• Pengaruh sosial ] usaha yang dilakukan seseorang/lebih untuk mengubah sikap, belief, persepsi, atau tingkah laku dari orang lain.
• Konformitas : suatu jenis pengaruh sosial di mana individu mengubah sikap dan tingkah laku mereka agar sesuai dengan norma sosial yang ada.
• Kesepakatan : suatu bentuk pengaruh sosial yang meliputi permintaan langsung dari seseorang kepada orang lain.
• Indoktrinasi Intensif : suatu proses yang dilalui individu untuk menjadi anggota suatu kelompok ekstrem dan menerima belief serta aturan-aturan dari kelompok tanpa banyak bertanya.


KETERTARIKAN INTERPERSONAL
• Ketertarikan interpersonal merujuk pada sikap seseorang terhadap orang lain.
• Prinsip dasar daya tarik interpersonal:
• Teori Belajar : penguatan
• Teori Pertukaran Sosial : untung-rugi
• Teori Classical Conditioning : asosiasi
• Faktor Penentu dari rasa suka:
- Karakteristik pribadi
- Kesamaan
- Keakraban
- Kedekatan

PENGENALAN PSIKOLOGI SOSIAL


Pengertian
Psikologi sosial ] ilmu pengetahuan yg berusaha memahami asal usul dan sebab-sebab
terjadinya perilaku dan pemikiran individul dalam konteks situasi sosial.


Sejarah Singkat
Tahun 1900-1920, Wundt menerbitkan buku psikologi sosial pertama “Volkerpsychology”
• Tahun 1908, McDougall menerbitkan “An Introduction to Social Psychology”
• Tahun 1908, Ross menerbitkan “Social Psychology : An Outline and Source Book” yg lebih

banyak berorientasi pd sosiologi dibandingkan psikologi
• Sekitar tahun 1900an cukup banyak tokoh yg membahas psikologi sosial,antara lain :

Watson, Freud, Jung, Musterberg, Wertheimer, Kofka dan Kohler yg memberikan
kontribusi perkembangan psikologi sosial tp tdk secara langsung.
• Publikasi psikologi sosial trs berlanjut; Lewin menulis ttg pengalaman sosial psikologis

tentara yg terlibat PD I.
• Periode penting perkembangan psikologi sosial pd tahun 1924 dimana Floyd Allport

menegaskan bahwa psikologi sosial shrsnya menjadi sains eksperimental dan perilaku.
Fenomena sosial dari sudut kajian individu bahkan tanpa perlu mengaitkan dg collective
entities spt lembaga sosial dan kebudayaan.
• Tahun2 selanjutnya mrpk masa sulit bagi perkembangan psikologi,karena dipengaruhi

kekuasaan Hitler di Jerman dan Eropa yg mana kehidupan akademis sangat sulit
berkembang shg banyak ilmuwan pindah ke Inggris / AS. Banyak ahli kmd berpendapat
bhwa tokoh dunia yg paling berpengaruh thd perkembangan psikologi sosial pd masa PD
II adalah Adolf Hitler, bukan sbg orang yg langsung berperan tp tokoh di luar lingkaran
akademik.
• Sesudah PD II Amerika mengambil alih peran Eropa sbg akar dlm pertumbuhan psikologi

sosial. Periode pada tahun 1954 ini dikenal sbg awal munculnya psikologi sosial modern yg
ditandai dg terbitnya Handbook of Social Psychology yg diedit oleh Gordon Lindzey. Buku
ini mrpk kumpulan karangan yg ditulis oleh banyak ahli psikologi sosial. Dari tulisan tsb
disimpulkan bahwa psikologi sosial berakar di Eropa tp mengembangkan karakteristik
fenomena di Amerika.



Metode Penelitian dalam PsikologiSosial
Observasi sistematis ] mengamati secara hati-hati perilaku yg ada dg dilengkapi
pengukuran yg akurat dan teliti.
• Survey ] sejumlah besar orang diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ttg

sikap / tingkah laku tertentu.
• Korelasi ] meneliti hubungan di antara berbagai variabel / mendeteksi sejauh mana

variasi-variasi pada suatu faktor berhubungan dengan variasi-variasi pada faktor lain
berdasarkan koefisien korelasi.
• Eksperimen ] satu variabel (var. bebas) /lebih diubah secara sistematis untuk

menentukan apakah suatu variabel mempengaruhi satu /lebih variabel yg lain (variable
tergantung).




PERSEPSI SOSIAL YANG DAPAT
MEMPENGARUHI SIKAP DAN MOTIF SOSIAL



PERSEPSI SOSIAL

• Kognisi sosial : akurasi penilaian, proses pencarian, pengorganisasian, sampai pada

interpretasi informasi yang didapat tentang orang lain.
• persepsi sosial: suatu proses pembentukan kesan (impresi) tentang karakterisitk orang

lain/ proses yang kita gunakan untuk mencoba memahami orang lain.


Pembentukan Kesan
• Isyarat nonverbal
• Prototipe & Stereotipe
• Kategorisasi Sosial
• Informasi Awal
• Informasi Terakhir

Atribusi
Teori Korespondensi Inferensial : bagaimana seseorang mengambil keputusan berdasarkan

observasi thd perilaku seseorang.
Teori Atribusi Kausal:

1) konsensus.

2) konsistensi

3) distingsi
Discounting : kecenderungan untuk menganggap suatu faktor penyebab berkurang

pentingnya karena ada faktor penyebab lainnya.
Augmenting: kecenderungan untuk menganggap faktor penyebab bertambah pentingnya

karena perilaku itu tetap terjadi meskipun ada faktor yang menghambat perilaku tersebut.
Bias dalam Atribusi
• Kesalahan Atribusi Fundamental : kecenderungan untuk terlalu berlebihan dalam

memperhitungkan pengaruh faktor disposisi pada perilaku seseorang.
• Bias Korespondensi: kecenderungan untuk menjelaskan perilaku orang lain disebabkan

oleh disposisinya, padahal keberadaan penyebab situasionalnya sangat jelas.
Efek Aktor-Pengamat: kecenderungan untuk mengatribusi perilaku kita lebih pada faktor

situasional (eksternal) daripada disposisional (internal).
self-serving bias : kecenderungan untuk mengatribusi kesuksesan pada faktor internal namun

mengatribusi kegagalan pada faktor eksternal.


SIKAP

Pembentukan Sikap
• Classical Conditioning Theory
• Instrumental Conditioning
• Belajar melalui Observasi
• Perbandingan Sosial

Pengaruh Sikap Terhadap Perilaku
• Theory of Reasoned Action] keputusan untuk melakukan perilaku tertentu adalah hasil dari sebuah proses rasional dimana pilihan perilaku dipertimbangkan, konsekuensi & hasil dari setiap tingkah laku dievaluasi, & sebuah keputusan sudah dibuat, apakah akan bertingkah laku tertentu/tidak.
• Theory of Planned Behavior ] selain sikap terhadap tingkah laku dan norma-norma subjektif terhadap hal tersebut, individu juga mempertimbangkan kontrol tingkah laku yang dipersepsikannya, yaitu kemampuan mereka untuk melakukan tindakan tersebut.
• Model Proses Sikap terhadap Tingkah Laku ] pengaruh sikap & informasi yang tersimpan, tentang apa yang pantas dalam situasi tertentu, dalam definisi individu yang terhadap situasi yang terjadi saat itu.

Seni Persuasi
• Pendekatan awal
• Pendekatan Kognitif ] 1) Pemrosesan sistematik, 2)Pemrosesan Heuristik, 3) Model Elaborasi



MOTIF SOSIAL

Teori Kebutuhan
• Kebutuhan yang bersifat fisiologis
• Kebutuhan akan rasa aman
• Kebutuhan cinta dan memiliki-dimiliki
• Kebutuhan penghargaan
• Kebutuhan aktualisasi diri

Konflik Motivasi
• approach-approach conflict
• approach-avoidance conflict
• avoidance-avoidance conflict

Klasifikasi Motif
• Motif Primer dan Motif Sekunder
• Motif Intrinsik dan Motif Ekstrinsik
• Motif Tunggal dan Motif Bergabung
• Motif Mendekat dan Motif Menjauh
• Motif Sadar dan Motif Tak Sadar
• Motif Biogenetis, Sosiogenetis dan Teogenetis